Dikutip dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), 73% siswa China juga melakukan usaha lebih ketika dalam belajar menemui tantangan. Sedangkan rata-rata OECD untuk hal ini hanya 60%. Walau demikian, di sisi lain terdapat 8% siswa di keempat wilayah tersebut yang menganggap sekolah adalah kegiatan yang buang-buang waktu.
Rasa ingin tahu, ketekunan, dan sikap menghargai sekolah merupakan sikap yang paling sering dikaitkan dengan performa sains yang lebih baik.
Dalam tes PISA 2025, 50% siswa wilayah BSJZ di China juga tercatat memiliki growth mindset atau pola pikir berkembang. Sementara, rerata seluruh negara OECD adalah 69%.
Para siswa tersebut memiliki rasa percaya bahwa kecerdasan bisa dipupuk melalui kerja, usaha, dan umpan balik. Jika didasarkan pada rerata negara-negara OECD, siswa yang memiliki growth mindset memiliki skor 28 poin lebih tinggi dalam bidang sains daripada mereka yang memiliki pola pikir kaku atau fixed mindset.