Ia menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam meningkatkan keandalan operasional, efisiensi, serta efektivitas proses produksi.

Optimalisasi kemampuan pabrik terus dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan produk secara berkelanjutan.

Langkah tersebut juga diperkuat melalui inovasi internal perusahaan, salah satunya GIO FILTER 1B yang dikembangkan di Pabrik Amoniak 1B yang berhasil menekan kehilangan potensi produksi (loss product) amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol pada unit yang ditangani.

Inovasi tersebut juga mendukung peningkatan produksi harian dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton, sekaligus menghasilkan efisiensi biaya yang dilaporkan mencapai Rp9,5 miliar.