Perusahaan mengaitkan peningkatan kinerja operasional dengan pelemahan nilai tukar yen Jepang, permintaan kendaraan hybrid, serta pengendalian biaya produksi.

Faktor tersebut membantu mengimbangi dampak tarif, kenaikan harga material, dan gangguan rantai pasok.

Seiring perkembangan kinerja tersebut, Toyota menaikkan proyeksi laba operasi untuk tahun fiskal 2027 menjadi 3,9 triliun yen dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4 triliun yen. Angka terbaru itu mencerminkan peningkatan proyeksi sekitar 14,7 persen.

Toyota juga menaikkan perkiraan laba bersih tahunan menjadi 3,57 triliun yen dari sebelumnya 3,25 triliun yen.