NADIKABAR.COM — Toyota Motor Corporation mencatat kenaikan laba operasi sebesar 34 persen menjadi 1,128 triliun yen pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, didukung permintaan kendaraan hybbrid, pelemahan yen dan upaya efisiensi biaya di tengah tekanan tarif serta kenaikan harga bahan baku.
Berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan pada 5 November 2026, laba operasi produsen otomotif asal Jepang tersebut melampaui perkiraan analis sebesar 992 miliar yen untuk periode Juli hingga September 2026.
Dikutip dari Grafa, Kamis (5/11) waktu setempat, pendapatan Toyota pada periode yang sama meningkat 8,6 persen menjadi 13,437 triliun yen dibandingkan 12,377 triliun yen pada periode sebelumnya.
Namun, kenaikan pendapatan dan laba operasi tidak sepenuhnya diikuti pertumbuhan laba bersih.
Toyota membukukan laba bersih sebesar 759,4 miliar yen, turun 19 persen dibandingkan 932 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan mengaitkan peningkatan kinerja operasional dengan pelemahan nilai tukar yen Jepang, permintaan kendaraan hybrid, serta pengendalian biaya produksi.
Faktor tersebut membantu mengimbangi dampak tarif, kenaikan harga material, dan gangguan rantai pasok.
Seiring perkembangan kinerja tersebut, Toyota menaikkan proyeksi laba operasi untuk tahun fiskal 2027 menjadi 3,9 triliun yen dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4 triliun yen. Angka terbaru itu mencerminkan peningkatan proyeksi sekitar 14,7 persen.
Toyota juga menaikkan perkiraan laba bersih tahunan menjadi 3,57 triliun yen dari sebelumnya 3,25 triliun yen.
Sebaliknya, proyeksi pendapatan tahunan disesuaikan menjadi 53,5 triliun yen dari perkiraan awal 54 triliun yen.
Di sisi kebijakan pemegang saham, Toyota meningkatkan otorisasi pembelian kembali saham sebesar 300 miliar yen sehingga total anggaran pembelian kembali saham pada tahun fiskal ini mencapai maksimal 1,3 triliun yen.
Perusahaan juga menetapkan dividen interim sebesar 50 yen per saham dan memproyeksikan total dividen tahunan mencapai 100 yen per saham.
Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan Toyota mempertahankan pertumbuhan laba operasional meskipun menghadapi tekanan biaya dan tantangan persaingan di pasar otomotif global.