NADIKABAR.COM — PT Toyota-Astra Motor (TAM) menilai pengembangan elektrifikasi dapat memperkuat kapabilitas industri otomotif Indonesia untuk memproduksi kendaraan elektrifikasi berstandar global.

Bansar mengatakan Toyota terus memperkuat kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia, termasuk melalui kendaraan berteknologi hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV).

“Veloz Hybrid EV diproduksi di Indonesia, oleh anak bangsa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa elektrifikasi bukan hanya tentang menghadirkan produk, tetapi juga membangun capability Indonesia untuk menghasilkan kendaraan elektrifikasi berstandar global,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pengembangan elektrifikasi dalam negeri berkaitan dengan penguatan kemampuan rekayasa dan manufaktur, kompetensi tenaga kerja, serta peningkatan kualitas dan daya saing rantai pasok lokal.

Hingga saat ini, Toyota mencatatkan investasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia. Sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal sekitar 70–80 persen.

Produk Toyota dari Indonesia juga telah diekspor ke lebih dari 100 negara, sementara lebih dari 360 ribu tenaga kerja lokal terlibat dalam ekosistem Toyota di Indonesia.

“Indonesia bukan hanya menjadi market bagi Toyota, tetapi juga menjadi bagian penting dari global automotive value chain Toyota,” ujar Bansar.

Ia mengatakan Toyota menerapkan pendekatan multi-pathway dengan menyediakan kendaraan bermesin pembakaran internal, kendaraan hibrida, hingga kendaraan listrik berbasis baterai untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam.

Pertumbuhan permintaan kendaraan elektrifikasi juga terlihat pada kinerja penjualan.

Pada Januari–Agustus 2026, perusahaan mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus mencapai lebih dari 38.769 unit atau tumbuh 86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 20.850 unit.

Secara keseluruhan, penjualan wholesales Toyota pada Januari–Agustus 2026 mencapai 175.932 unit, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan 161.080 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota juga meningkat menjadi 21,9 persen dari 12,8 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Bansar menilai penerimaan tersebut menunjukkan teknologi akan lebih mudah diterima ketika memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk dari sisi efisiensi, kenyamanan, dan penggunaan sehari-hari.

“Bagi kami, penerimaan tersebut menunjukkan satu hal, customer tidak membeli teknologi hanya karena teknologinya yang baru, namun customer memilih ketika teknologi tersebut hadir dalam bentuk yang relevan, mudah digunakan, dan memberikan manfaat nyata,” tutur dia.

Penguatan kapabilitas industri melalui elektrifikasi juga sejalan dengan arah pemerintah dalam meningkatkan daya saing manufaktur nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso pada 18 September 2026 mengatakan pengembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi dapat meningkatkan nilai tambah, memperkuat industri komponen dalam negeri, serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam teknologi baru.

“Transformasi menuju kendaraan elektrifikasi membuka peluang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir,” kata Susiwijono.

Menurut Kemenko Perekonomian, penguatan rantai pasok tersebut mencakup pengembangan baterai, komponen, daur ulang, serta sumber daya manusia.

Pemerintah menyatakan terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri untuk meningkatkan daya saing manufaktur, memperluas pasar ekspor, dan memperkuat kemampuan industri menghadapi perubahan teknologi.