Indah mengatakan asap kebakaran dari TPA itu paling terasa pada Kamis dan Jumat setelah kebakaran terjadi pada Rabu (30/9) malam. Pada pagi hari, asap disebut menyerupai kabut yang membuat jarak pandang warga terbatas.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengungkapkan, berdasarkan laporan BPBD per hari ini, terdapat 22 orang yang mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan sesak napas.

"22 orang mengalami gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. 15 orang dari Kelurahan Kedungpane, 2 orang Tambakaji, dan 5 orang dari Bambankerep," urai Endro.