NADIKABAR.COM — Asap dari kebakaran TPA Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah mengganggu kesehatan warga. Warga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat asap kebakaran sampah.
Dilansir NadiKabar, asap kebakaran TPA Jatibarang masih terlihat sedikit di RT 07 RW 03, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Bau asap bercampur sampah juga masih cukup menyengat.
Sebanyak 15 warga RT 07 RW 03, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, mengeluhkan gangguan pernapasan usai permukiman mereka terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang. Para warga mengeluhkan batuk dan sesak napas yang parah.
"Di tempat kami sudah mengajukan ada 15 warga yang terdampak dari kejadian ini, mengalami ISPA. Jadi sesak napas dan terbatuk-batuk," kata Ketua RT 07 RW 03, Hartanto, Minggu (4/10/2026).
Hartanto mengatakan pihak kelurahan akhirnya telah menyalurkan masker kepada warga. Selain itu, posko kesehatan disediakan untuk warga yang mengalami keluhan akibat asap.
Salah seorang warga yang tengah menyapu rumahnya, Indah Astuningtuti (55), juga mengaku mengalami sesak napas setelah asap kebakaran TPA Jatibarang masuk ke permukiman.
"Sesak, sampai nggak pernah keluar rumah. Kalau keluar gampang (kena) asap," kata Indah kepada NadiKabar.
"Ini juga abunya masuk ke rumah, saya sapu berkali-kali juga tetap ada lagi. Jadi bikin rumah kotor dan bau," lanjut Indah.
Indah mengatakan asap kebakaran dari TPA itu paling terasa pada Kamis dan Jumat setelah kebakaran terjadi pada Rabu (30/9) malam. Pada pagi hari, asap disebut menyerupai kabut yang membuat jarak pandang warga terbatas.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengungkapkan, berdasarkan laporan BPBD per hari ini, terdapat 22 orang yang mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan sesak napas.
"22 orang mengalami gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. 15 orang dari Kelurahan Kedungpane, 2 orang Tambakaji, dan 5 orang dari Bambankerep," urai Endro.