NADIKABAR.COM — The Papandayan Jazz Fest atau TPJF 2026 kembali hadir dengan membawa sejumlah musisi ternama. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, festival musik ini mengusung tema "Sound to the Soul" dan menghadirkan Mahalini, Ruth Sahanaya, Andien hingga Dwiki Dharmawan.
The Papandayan Jazz Fest 2026 akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026 di The Papandayan Bandung. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian program TP Jazz Management yang tahun ini semakin memperluas kolaborasi dengan komunitas, industri kreatif dan sektor pariwisata.
Tema "Sound to the Soul" merefleksikan gagasan bahwa musik bukan sekadar sesuatu yang didengar, tetapi juga dapat dirasakan dan membangun hubungan emosional tim redaksi musisi, karya dan audiens.
Sebelum TPJF 2026, TP Jazz Management membawa salah satu program utamanya keluar dari area The Papandayan Hotel Bandung untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.
Langkah tersebut diwujudkan melalui TP Jazz Universe: The Greatest Movies Soundtrack yang digelar pada 4 September 2026 di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan.
Perluasan program tersebut menjadi bagian dari upaya TP Jazz Management membangun ekosistem musik yang lebih luas dengan menghubungkan musik, komunitas, industri kreatif dan pariwisata.
Founder TP Jazz Management sekaligus General Manager The Papandayan, Bobby Renaldi, mengatakan ekspansi tersebut bukan sekadar perpindahan lokasi.
"Kami melihat bahwa musik memiliki kemampuan untuk menciptakan koneksi yang melampaui panggung pertunjukan. Karena itu, setelah sebelas tahun berkembang di The Papandayan, kami merasa saatnya membawa semangat TP Jazz ke ruang yang lebih luas. Ini bukan sekadar memindahkan venue, tetapi memperluas dampak. Kami ingin berkontribusi pada pengembangan ekosistem musik dan destinasi melalui kolaborasi yang memiliki visi yang sama," ujar Bobby Renaldi.
Selama sebelas tahun, TP Jazz dikenal melalui berbagai program seperti The Papandayan Jazz Fest (TPJF), The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC), TP Jazz on The Weekend hingga TP Podcast Resonance.
Perjalanan tersebut membuat TP Jazz tidak hanya diposisikan sebagai penyelenggara festival, tetapi juga sebagai platform yang membangun ruang kolaborasi dan pengembangan musik sepanjang tahun.
Rangkaian kolaborasi TP Jazz Management kemudian bermuara pada The Papandayan Jazz Fest 2026.
TPJF 2026 mengusung tema "Sound to the Soul", yang menggambarkan musik sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman emosional bagi penonton.
Festival ini akan menghadirkan sejumlah musisi dari berbagai genre dan generasi. Nama-nama seperti Mahalini, Ruth Sahanaya, Andien, Dwiki Dharmawan, Diskoria, The Gentlemen's Club hingga Freedom Jazz Society masuk dalam daftar penampil.
Selain musisi utama, TPJF 2026 juga memberikan ruang bagi musisi muda, komunitas jazz dan talenta lokal untuk tampil serta berkolaborasi dalam suasana festival.
Pada hari pertama, Sabtu (3/10/2026), TPJF 2026 akan menghadirkan sejumlah penampil, yakni Dadaks, SND, Arumtala, SFG, SimakDialog, Barry Likumahuwa feat. Ambon Jazz Rock, Batavia Collective, Lalahuta feat. Rieka Roslan, Smoove dan Diskoria feat. Andien.
Ada pula penampilan Ruth Sahanaya serta The Gentlemen's Club yang diperkuat Adikara, Teza Sumendra dan Bilal Indrajaya.
The Gentlemen's Club akan membawakan tema "Tribute to Koes Plus", menghadirkan interpretasi baru atas karya-karya grup musik legendaris Indonesia tersebut.
Pada hari kedua, Minggu (4/10/2026), giliran 5 Petani, Barry Likumahuwa feat. TPJC Winner Players dan Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz yang akan tampil.
Musisi lainnya adalah Mahalini, T-Five x Melly Mono, serta Freedom Jazz Society yang terdiri dari Winky Wiryawan, Kenny Gabriel, Jevin Julian, Greybox dan Rinni Wulandari.
Salah satu penampilan yang juga menjadi bagian menarik dari TPJF 2026 adalah special project Dwiki Dharmawan feat. Dira Sugandi, Dirly Dave & Bandung Jazz Orchestra dengan tema "A Night of Frank Sinatra".
Kolaborasi tersebut akan membawa karya-karya Frank Sinatra ke dalam format pertunjukan jazz yang melibatkan sejumlah musisi ternama.
TPJF 2026 akan menghadirkan pertunjukan di sejumlah panggung dengan karakter dan pengalaman yang berbeda.
Enam panggung yang tercantum dalam rangkaian festival tersebut yakni:
Kota Baru Parahyangan Stage, Suagi Grand Ballroom - Lobby Floor The Papandayan
Ron88 Stage, Cimanuk Ballroom - Ground Floor The Papandayan
Mojang Jajaka Stage, Tropical Garden - Ground Floor The Papandayan
BRI Stage, HuruBatu Grill Garden - Lobby Floor The Papandayan
TP Stage, Ground Floor The Papandayan
Pasar Jazz, Parking Area The Papandayan
Konsep panggung yang tersebar tersebut memungkinkan pengunjung menikmati berbagai penampilan dengan suasana yang berbeda selama festival berlangsung.
Tiket The Papandayan Jazz Fest 2026 terbagi dalam beberapa kategori, yakni Silver Pass, Gold Pass dan Platinum Pass.
Silver Pass memberikan akses harian ke enam panggung. Gold Pass memberikan akses ke area utama Suagi Grand Ballroom sekaligus panggung lainnya sesuai ketentuan tiket, sedangkan Platinum Pass memberikan akses penuh selama dua hari ke seluruh area festival.
Tiket TPJF 2026 dapat dibeli melalui situs resmi tpjazzfest.com dan platform GOERS.
Kolaborasi TP Jazz Management dengan Kota Baru Parahyangan menjadi bagian penting dari arah pengembangan program TP Jazz ke depan.
Marketing Manager Kota Baru Parahyangan, Joseph Ijong Dachlan, mengatakan pendekatan community-based development menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan kawasan.
"Community-based development adalah tentang bagaimana sebuah kawasan bertumbuh bersama masyarakatnya. Seni, budaya, dan musik memiliki kemampuan untuk membangun koneksi antar individu, memperkuat identitas komunitas, serta menciptakan ruang interaksi yang bermakna. Karena itu, kolaborasi dengan TP Jazz Management menjadi langkah yang sangat relevan dengan visi yang kami kembangkan di Kota Baru Parahyangan," kata Joseph Ijong Dachlan.
Sementara itu, bagi maestro jazz Indonesia Dwiki Dharmawan, musik dari soundtrack film memiliki kekuatan untuk menghubungkan berbagai generasi melalui kenangan dan emosi.
"Soundtrack film adalah salah satu bentuk musik yang paling universal. Ketika sebuah lagu dimainkan, yang hadir bukan hanya melodinya, tetapi juga kenangan, cerita, dan emosi yang menyertainya. Itulah yang membuat konser seperti ini memiliki daya tarik yang kuat, karena musik menjadi ruang pertemuan bagi berbagai generasi," ujar Dwiki Dharmawan.
Melalui TPJF 2026, TP Jazz Management ingin menunjukkan bahwa festival musik tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi penghubung tim redaksi musik, komunitas, edukasi, industri kreatif dan pariwisata.
Memasuki tahun ke-11, TP Jazz pun membawa visi yang lebih luas dengan membangun ekosistem yang berkelanjutan. Tema "Sound to the Soul" menjadi representasi dari upaya tersebut: menghadirkan musik yang tidak hanya terdengar, tetapi juga meninggalkan pengalaman dan kesan bagi para penontonnya.