Ketua TPS3R Bhuana Asri, Gusti Lanang Wirma, mengungkapkan persoalan kelebihan beban ini sudah terjadi sejak lama. Sebagai catatan, fasilitas ini melayani sekitar 800 KK pada 2021. Artinya sudah mengalami kelebihan beban hingga 400 KK dari kapasitas ideal, terutama untuk tampungan sampah organik.

"Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih kurang. Ini yang sampai sekarang masih jadi masalah utama," ujar Gusti Lanang.

Beban kerja petugas di lapangan menjadi makin berat akibat kesadaran warga rendah dalam memilah sampah dari sumber. Padahal, operasional harian pengolahan sampah yang melayani sembilan banjar dan tujuh dusun ini hanya ditopang oleh kekuatan 14 orang petugas.

Meski sebagian warga sudah mulai tertib mengikuti jadwal pembuangan yang ditentukan, masih banyak yang mengabaikannya. Gusti Lanang berharap masyarakat bisa meningkatkan kedisiplinan dalam memilah sampah organik dan anorganik demi kelancaran operasional dan mencegah fasilitas lumpuh total.