"Ini adalah perwujudan modal sosial di Desa Cijulang. Tradisi botram yang mulai langka ditumbuhkan kembali oleh warga," tutur Andang.
Bagi Andang, makanan yang dibawa warga juga memperlihatkan kekayaan budaya lokal. Ada yang membawa sambal, tutug oncom hingga ikan khas Sungai Citanduy.
Semua kemudian bercampur dalam satu suasana. Warga, perangkat desa, santri, pelajar hingga jajaran pemerintahan duduk bersama tanpa melihat latar belakang masing-masing.
Di tengah kesederhanaan itu, semangat gotong royong terasa begitu kuat. Warga saling berbagi makanan dan menikmati hidangan bersama.
Botram Salembur pun tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana budaya lokal masih bisa menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.
"Harapannya, ke depan terus dipertahankan dan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Dengan dukungan potensi pertanian, kuliner dan Sungai Citanduy, Botram Salembur juga berpeluang dikembangkan menjadi wisata budaya dan kuliner berbasis masyarakat di Kabupaten Ciamis," pungkasnya.