Sementara itu, dua teknisi lainnya juga mengalami luka bakar serius. Piter mengalami luka bakar sekitar 63 persen, sedangkan Kwin Lan sekitar 45 persen.

Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG juga mengalami luka setelah bagian plafon runtuh akibat ledakan.

Ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali terjadi pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat kejadian, tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama tengah melakukan perbaikan instalasi gas elpiji.

Andi mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa para teknisi datang setelah terdapat masalah pada instalasi gas di SPPG tersebut.

"Yang saya dapat info mereka (3 korban) melakukan perbaikan. Infonya ada permintaan dari SPPG-nya karena ada masalah gas. Itu yang secara umum saya terima laporannya," ungkap Andi.

Ledakan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan atap empat ruangan ambruk. Ruangan yang terdampak meliputi ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat.

Ledakan kemudian disusul kebakaran. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan.

Sedikitnya dua truk pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api. Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Setelah insiden tersebut, polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.

Andi mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

"Kami melakukan pendalaman untuk betul-betul memastikan ada tindak pidana apa tidak dalam kebakaran itu, unsur sengajanya ada atau tidak, lebih ke situ," terangnya ketika dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (20/8/2026).

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Inafis Satreskrim Polres Mojokerto.