Anak korban, Dede, yang menjadi saksi mata menyebutkan bahwa ibunya memiliki riwayat penyakit jantung. Korban diduga kaget dan syok hebat melihat kobaran api hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
Petugas gabungan dari Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Damkar Pos Sagaranten, Satpol PP, P2BK Cidadap, Tagana, hingga aparat desa setempat langsung meluncur ke lokasi usai menerima laporan warga.
Petugas P2BK Cidadap, Didik, mengatakan kobaran api berhasil dijinakkan sekitar setengah jam kemudian, sehingga tidak sampai melalap permukiman warga.