Menurut keterangan Ismanan, pekerjaan mengantar muatan ke Kalimantan ini tergolong baru bagi korban. Musibah tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada pemberangkatan yang ketiga kalinya.
"Kerja kirim snack ke Kalimantan itu baru tiga kali ini. Yang sekarang ini perjalanannya yang ketiga," jelasnya.
Sebelum berangkat pada pengiriman ketiga ini, korban sempat mengutarakan kalimat yang kini dirasakan keluarga sebagai firasat atau tanda-tanda terakhir sebelum musibah terjadi. Korban sempat menyampaikan kepada sang istri bahwa pemberangkatan kali ini merupakan yang terakhir.
"Infonya ke istri, almarhum sempat bilang kalau pengiriman ketiga ini yang terakhir. 'Iki sing terakhir' (ini yang terakhir), gitu bilangnya. Ternyata kok beneran jadi perjalanan terakhirnya," ujar Ismanan.