Di mata warga setempat, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, humoris, dan mudah berbaur dengan masyarakat sekitar meski berstatus warga pendatang. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
"Anaknya sering guyon (bercanda), ramah kalau ketemu warga. Walaupun pendatang, tapi sama anak muda-muda di sini cepat bergaul," tandasnya.
Sebagai informasi, jenazah Reyner sebelumnya berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan. Jenazah kemudian diterbangkan dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin menuju Bandara Juanda, Surabaya pada Selasa (15/9/2026) pagi.
Setibanya di Juanda pada sekitar pukul 09.45 WIB, jenazah langsung dibawa menuju tempat kelahirannya di Desa Krisik, Kecamatan Gandungsari, Kabupaten Blitar. Jenazah sampai di rumah duka pada sekitar pukul 11.22 WIB dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Krisik.