NADIKABAR.COM — Nahas menimpa menimpa Reyner Falista Yosilianto (22), warga Dusun Claket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Ia menjadi salah satu korban meninggal dalam musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8.

Tragisnya lagi, Reyner yang bekerja sebagai kernet truk pengangkut makanan ringan atau snack itu berencana mengumpulkan uang hasil bayaranya untuk biaya selametan atau tasyakuran 7 bulan anak pertamanya.

"Pados arto (cari uang) niku damel mitoni (tasyakuran usia tujuh bulan anak). Dadi pancen niat nggolek modal damel selametan," kata Ketua RT 09 RW 02 Dusun Claket, Ismanan saat ditemui NadiKabar, Selasa (15/9/2026).

"Dia itu diajak sama kakaknya. Kakaknya yang jadi sopir truknya, almarhum ikut jadi kernetnya. Jadi berangkat berdua terus kalau ada muatan kirim ke Kalimantan," imbuhnya.

Menurut keterangan Ismanan, pekerjaan mengantar muatan ke Kalimantan ini tergolong baru bagi korban. Musibah tenggelamnya kapal tersebut terjadi pada pemberangkatan yang ketiga kalinya.

"Kerja kirim snack ke Kalimantan itu baru tiga kali ini. Yang sekarang ini perjalanannya yang ketiga," jelasnya.

Sebelum berangkat pada pengiriman ketiga ini, korban sempat mengutarakan kalimat yang kini dirasakan keluarga sebagai firasat atau tanda-tanda terakhir sebelum musibah terjadi. Korban sempat menyampaikan kepada sang istri bahwa pemberangkatan kali ini merupakan yang terakhir.

"Infonya ke istri, almarhum sempat bilang kalau pengiriman ketiga ini yang terakhir. 'Iki sing terakhir' (ini yang terakhir), gitu bilangnya. Ternyata kok beneran jadi perjalanan terakhirnya," ujar Ismanan.

Di mata warga setempat, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, humoris, dan mudah berbaur dengan masyarakat sekitar meski berstatus warga pendatang. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

"Anaknya sering guyon (bercanda), ramah kalau ketemu warga. Walaupun pendatang, tapi sama anak muda-muda di sini cepat bergaul," tandasnya.

Sebagai informasi, jenazah Reyner sebelumnya berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan. Jenazah kemudian diterbangkan dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin menuju Bandara Juanda, Surabaya pada Selasa (15/9/2026) pagi.

Setibanya di Juanda pada sekitar pukul 09.45 WIB, jenazah langsung dibawa menuju tempat kelahirannya di Desa Krisik, Kecamatan Gandungsari, Kabupaten Blitar. Jenazah sampai di rumah duka pada sekitar pukul 11.22 WIB dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Krisik.