"Kalau lebih dari 20 hari, kami tidak mampu membayar. Kalau masih sekitar berhenti 15 hari, insyaallah kami masih bisa memberikan penghasilan buat mereka," katanya.

Dia berharap proses evaluasi operasional Trans Banyumas dapat segera rampung sehingga layanan bus bisa kembali berjalan. Sebab, semakin lama operasional berhenti, semakin berat pula beban yang harus ditanggung operator.

"Kita berdoa agar cepat selesai evaluasinya dan cepat selesai, karena ada yang perlu dipersiapkan dan dibayar tepat waktu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bus Trans Banyumas berhenti beroperasi mulai Minggu (30/8). Penghentian sementara ini dilakukan seiring peralihan pengelolaan layanan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas.

Pemerintah Kabupaten Banyumas sebelumnya telah mengalokasikan anggaran operasional Trans Banyumas hingga akhir Desember 2026. Namun, sebelum layanan kembali dijalankan, Pemkab Banyumas akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional angkutan massal tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas Omar Udaya mengatakan penghentian operasional dilakukan selama proses evaluasi berlangsung.

"Sejak hari Minggu, 30 Agustus 2026, Bus Trans Banyumas tidak operasional sampai dengan pelaksanaan evaluasi berakhir," kata Omar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8).