Senada dengan hal tersebut, Rektor UNIPI Jajang A Rohmana menyatakan bahwa setiap perguruan tinggi wajib merespons perkembangan AI dengan meningkatkan kapasitas riset mahasiswa.
"Jadi memang bahwa memang penguatan dunia riset itu harus melibatkan kaum muslim ya, ormas dan juga pendidikan di lingkungan Ormas Islam ya, khususnya di Persatuan Islam," kata Jajang.
Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tanpa landasan etika dapat memicu masalah serius di masa depan. Oleh karena itu, batasan yang jelas dan nilai-nilai Islam harus menjadi koridor utama dalam pemanfaatan teknologi ini di lingkungan akademik.
"Makanya perlu untuk mengenal rambu-rambu, batasan-batasan dan nilai etika Islam itu yang kemudian diharapkan dijunjung tinggi ya dalam pengembangan kecerdasan artificial ini," pungkas Jajang.