Transformasi Ekosistem Komputasi Berbasis AI

Director Commercial ASUS Indonesia Eric Khoven (Foto: dok. ASUS)

Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus menunjukkan momentum positif, dengan riset mencatat sekitar 74% perusahaan telah mengadopsi teknologi AI. Menanggapi potensi ini, ASUS Business memandang AI PC sebagai bagian dari transformasi komputasi yang lebih luas, melampaui sekadar kategori produk baru.

"Di Indonesia, perkembangan adopsi AI juga menunjukkan momentum yang positif. Data eksternal mencatat sekitar 74% perusahaan yang disurvei telah mengadopsi AI. Meski demikian, meningkatnya adopsi AI secara umum tidak serta-merta mencerminkan kesiapan perusahaan untuk berinvestasi pada AI PC," ujar Eric.

"Memasuki 2027, kami melihat bahwa nilai sebuah perangkat tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan komputasinya, tetapi juga bagaimana perangkat tersebut dapat terintegrasi dengan aplikasi, infrastruktur, dan ekosistem AI yang mendukung aktivitas bisnis secara menyeluruh," sambungnya.

Melalui integrasi Neural Processing Unit (NPU) pada lini ExpertBook, pemrosesan fitur AI seperti kolaborasi virtual dan efisiensi alur kerja dapat dijalankan secara lokal di perangkat. Eric menegaskan nilai utama AI PC terletak pada bagaimana perangkat tersebut terhubung secara utuh dalam ekosistem AI devices, AI infrastructure, dan AI applications dari cloud hingga edge.

Kehadiran inovasi komputasi AI ASUS sebelumnya juga mencatatkan penerimaan positif dengan menguasai sekitar 60% pangsa pasar Copilot+ PC di Indonesia. Namun, penting untuk melihat perkembangan kategori Copilot+ PC dan pasar PC komersial secara keseluruhan memiliki cakupan yang berbeda.

Strategi Hadapi Dinamika Harga dan Nilai Tambah UMKM