NADIKABAR.COM — Tren membuat foto bergaya 1980-an menggunakan kecerdasan buatan (AI) tengah ramai di media sosial (medsos). Pengguna dapat mengubah foto masa kini menjadi gambar dengan nuansa retro, mulai dari gaya rambut, pakaian, pencahayaan hingga suasana foto yang dibuat menyerupai era tersebut.
Tren ini banyak digunakan untuk membayangkan seperti apa penampilan seseorang jika hidup atau difoto pada era 1980-an. Foto hasil AI kemudian dibagikan ke medsos, termasuk Instagram. Sejumlah selebritas juga ikut membagikan foto dengan tampilan retro tersebut.
Pengguna tidak harus memiliki kemampuan khusus dalam mengedit foto. Cukup unggah foto yang ingin diubah, kemudian berikan instruksi atau prompt yang menjelaskan tampilan 1980-an yang diinginkan.
Gaya foto 1980-an sebenarnya tidak hanya identik dengan warna mencolok. Dekade tersebut memiliki beragam karakter visual, tergantung jenis foto, lokasi, dan konteksnya.
Dalam fotografi dan fashion, era 1980-an tim redaksi lain dikenal dengan gaya power dressing, pakaian dengan bahu tegas, warna dan motif yang lebih berani, serta berkembangnya gaya olahraga dan budaya populer.
Fotografi fashion pada dekade 1980-an banyak menampilkan tren tersebut, bersamaan dengan meningkatnya pengaruh desainer seperti Giorgio Armani dan Gianni Versace.
National Gallery of Australia juga mencatat bahwa fotografi pada era 1980-an berkembang dengan penggunaan warna yang kuat, pencahayaan buatan dan pendekatan visual yang lebih berani.
Karena itu, jika ingin membuat foto AI yang terasa lebih meyakinkan, prompt sebaiknya tidak hanya berbunyi "buat seperti tahun 1980-an". Detail pakaian, rambut, lokasi, pencahayaan dan karakter foto bisa ditambahkan agar hasilnya lebih spesifik.
Tren foto bergaya 1980-an dapat dibuat menggunakan AI dengan bantuan prompt yang cukup spesifik. Pengguna bisa menyesuaikan instruksi berdasarkan konsep foto yang diinginkan, mulai dari potret individu, foto keluarga hingga gaya fashion. Berikut contoh prompt foto 1980-an yang bisa digunakan.
Ubah foto ini menjadi potret bergaya tahun 1980-an. Pertahankan wajah, bentuk wajah, warna kulit, dan identitas orang dalam foto. Gunakan gaya rambut, pakaian, aksesori, pencahayaan dan suasana yang sesuai dengan era 1980-an. Buat hasilnya terlihat seperti foto analog yang benar-benar diambil pada dekade tersebut, dengan tekstur film yang natural, warna sedikit pudar, grain halus dan pencahayaan khas fotografi pada masa itu. Jangan menambahkan benda atau teknologi modern.
Prompt tersebut dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan konsep foto yang ingin dibuat, seperti foto keluarga, potret studio, gaya anak muda, hingga pemotretan fashion era 1980-an.
Ubah foto ini menjadi foto keluarga yang terlihat seperti benar-benar diambil pada tahun 1980-an. Pertahankan wajah dan ciri fisik setiap orang. Gunakan pakaian keluarga khas era 1980-an yang sederhana dan realistis, gaya rambut sesuai zaman, latar ruang tamu rumah pada masa itu, pencahayaan lampu ruangan, warna foto analog yang sedikit pudar dan grain film yang natural. Hindari benda modern.
Transformasikan foto ini menjadi potret studio bergaya 1980-an. Pertahankan identitas dan wajah asli subjek. Gunakan busana formal dan gaya rambut khas dekade 1980-an, latar studio sederhana, pencahayaan studio yang tegas, warna analog yang natural, sedikit film grain dan tekstur foto cetak lama. Hasil harus terlihat seperti foto asli dari tahun 1980-an, bukan kostum modern yang dibuat retro.
Ubah foto ini menjadi foto anak muda yang diambil pada tahun 1980-an. Pertahankan wajah dan ciri fisik asli. Gunakan gaya rambut dan pakaian kasual khas era 1980-an, pose natural, latar jalan atau tempat berkumpul anak muda pada masa tersebut, warna analog, sedikit grain dan pencahayaan realistis. Jangan gunakan benda, kendaraan, papan nama atau teknologi yang berasal dari era modern.
Buat ulang foto ini sebagai pemotretan fashion tahun 1980-an. Pertahankan wajah dan identitas subjek. Gunakan busana dengan siluet tegas, bahu yang lebih terstruktur, warna dan motif khas era tersebut, rambut dan aksesori yang sesuai zaman. Gunakan pencahayaan fotografi fashion dan tekstur film analog sehingga hasilnya terasa seperti editorial majalah tahun 1980-an.
Ubah foto ini menjadi foto yang seolah-olah diambil di Indonesia pada tahun 1980-an. Pertahankan wajah, identitas, warna kulit dan proporsi tubuh subjek. Gunakan pakaian, gaya rambut, kendaraan, arsitektur, lingkungan dan benda yang masuk akal untuk Indonesia pada dekade 1980-an. Gunakan warna foto analog, grain film yang natural dan pencahayaan realistis. Jangan memasukkan logo, kendaraan, bangunan atau teknologi yang baru muncul setelah era 1980-an.
Salah satu masalah pada foto retro buatan AI adalah hasilnya terkadang terlalu "kostum" sehingga hanya terlihat seperti orang masa kini yang mengenakan pakaian lama. Karena itu, prompt bisa ditambahkan dengan instruksi seperti "historically believable", "natural 1980s photography", atau "no modern objects".
Media yang membahas tren ini juga mencatat bahwa AI dapat menghasilkan detail yang kurang autentik, misalnya benda modern yang masih muncul dalam latar atau pakaian yang terlalu berlebihan.
Pengguna juga dapat menentukan konteks secara lebih spesifik. Misalnya, jika ingin foto keluarga, sebutkan "foto keluarga di ruang tamu Indonesia pada 1980-an". Jika ingin foto jalanan, jelaskan lingkungan yang diinginkan. Semakin jelas konteks yang diberikan, semakin terarah hasil yang diharapkan.
Tren ini tidak terbatas pada satu jenis foto. Foto tunggal dapat dibuat menjadi potret individu, sedangkan foto bersama bisa diarahkan menjadi foto pasangan atau keluarga dengan suasana 1980-an. Hal yang penting adalah tetap memberikan instruksi agar identitas orang dalam foto dipertahankan.
Misalnya dengan menambahkan kalimat, "pertahankan wajah dan ciri fisik asli, jangan mengubah identitas subjek." Dengan begitu, AI diarahkan untuk mengubah gaya visual dan konteks waktunya, bukan mengganti orang yang ada dalam foto.
Tren foto 1980-an pada akhirnya menjadi salah satu cara menggunakan AI untuk bereksperimen dengan nostalgia. Tidak hanya membuat foto terlihat tua, pengguna juga dapat menentukan cerita, pakaian, lokasi dan suasana sehingga hasilnya lebih personal.