Menurut National Geographic, wisata tidur semakin populer karena wisatawan kian meminati perjalanan yang berfokus pada istirahat dan kualitas tidur yang lebih baik. Tren ini mencakup beragam pengalaman, mulai dari retret khusus tidur dan program yang didukung secara medis hingga pengalaman menginap yang dirancang untuk mendukung relaksasi.

Jepang melihat peluang dalam pasar ini, wisata tidur diperkirakan tumbuh secara signifikan.

Sebuah laporan dari perusahaan riset pasar Fortune Business Insights yang diterbitkan pada awal Agustus memperkirakan nilai pasar wisata tidur global mencapai USD 84,65 miliar (Rp 1,4 triliun) pada tahun 2025 dan diproyeksikan akan mencapai USD 265,85 miliar (Rp 4,6 triliun) pada tahun 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 13,56%.