Siswa juga dihadapkan langsung dengan kehidupan masyarakat, lingkungan alam, tradisi, budaya, dan berbagai persoalan sosial yang ada di sekitar mereka.

"Dari sanalah mereka belajar tentang kemandirian, empati, tanggung jawab, gotong royong, kepemimpinan, kerja keras, sekaligus kemampuan melihat persoalan dari berbagai perspektif," ujar Suparno.

Wawasan global, kata dia, dapat tumbuh ketika siswa mampu memahami lingkungan terdekatnya, mengenali keragaman Indonesia, menghargai perbedaan, dan melihat hubungan antara persoalan lokal dengan kehidupan masyarakat dunia.

Maka dari itu, rangkaian kegiatan tersebut dirancang secara terstruktur melalui beberapa program utama, antara lain Pengenalan Kehidupan Desa (PKD), Pengetahuan Dasar Penelitian (PDP), Lintas Budaya, Pentas Seni, dan Penjelajahan.

Dalam PDP, siswa melakukan pengamatan dan pengumpulan data secara langsung di lapangan sehingga pengalaman sosial berubah menjadi proses penelitian sederhana.

Kemudian, melalui lintas budaya, siswa mengenal tradisi, nilai, dan budaya masyarakat lokal, sementara kreativitas siswa memperoleh ruang melalui pentas seni.