Selanjutnya, kegiatan penjelajahan di bentang alam pegunungan menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemandirian, ketangguhan, solidaritas, dan kemampuan bekerja sama.
Lebih lanjut, Suparno mengatakan Trip Observasi itu juga menjadi ruang nyata untuk memperkuat tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Melalui kebiasaan itu, sambung dia, siswa belajar mengatur diri, menghargai waktu, bekerja sama, menjaga kesehatan, berinteraksi dengan masyarakat, serta menjalankan tanggung jawab pribadi dan kelompok.
Dia pun berharap Trip Observasi tahun ini dapat melahirkan siswa yang lebih mandiri, disiplin, peduli, sehat, mampu bekerja sama, berpikir kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, anak-anak tidak sekadar pulang membawa cerita dan pengalaman, mereka pulang sebagai pribadi yang lebih mandiri, disiplin, peduli, sehat, mampu bekerja sama, berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab," ungkap Suparno.