"Ini dibangun sudah sejak lama. Dan dibiarkan oleh pemerintah, tidak ada perbaikan atau pembangunan lagi. Jadi seolah pemerintah ingin mencelakai para pejalan kaki terutama penyandang disabilitas," kata dia, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di trotoar Jalan KH Abdullah bin Nuh, beberapa ruas jalan lainnya juga tidak ramah, bahkan membahayakan penyandang disabilitas.
"Contohnya di Jalan Siliwangi, guide block dipasangi tempat duduk. Sehingga penyandang disabilitas atau pejalan kaki lainnya terpaksa menggunakan jalan raya untuk jalan kaki," kata dia.
Dia menegaskan, pemerintah selama ini tidak melakukan diskusi dengan penyandang disabilitas saat membangun fasilitas atau infrastruktur.
"Selama ini dibuat berdasarkan kemauan mereka, bukan berdasarkan kebutuhan semua pihak. Terutama pada penyandang disabilitas. Kami selalu termajinalkan, banyak fasilitas tidak ramah bagi penyandang disabilitas," kata dia.