Ia menjelaskan penolakan eksekusi ini sudah diadang oleh warga karena mereka sudah berjaga sejak pagi. Penggugat yang datang mengeksekusi membawa tronton dan satu unit ekskavator kemudian didampingi polisi mendapat perlawanan dari warga.

"Persiapan itu tadi jam 8 pagi lakukan eksekusi tapi warga juga sudah siap-siap juga lakukan perlawanan. Tadi sempat lakukan mediasi tapi tidak menemukan solusi," ucapnya.

"Akhirnya dari pihak penggugat dan tergugat dan pihak bantuan dari kepolisian juga terjadi lah bentrok. Alat berat ini seperti kelihatan di sini ada mobil tronton 1 dan ekskavator 1," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Cedde', Sinar menyebut bentrok terjadi karena massa dari warga setempat yang menolak digusur dibubarkan polisi dengan menembakkan gas air mata. Karena warga tidak terima, sehingga terjadi bentrok dengan melakukan pelemparan batu.