NADIKABAR.COM — Penindakan dan penilangan di jalan raya dinilai belum cukup untuk menuntaskan maraknya truk muatan berlebih atau Over Dimension Overload (ODOL). Fenomena ini justru mencerminkan persoalan yang lebih mendasar yakni belum terintegrasinya sistem transportasi dan logistik nasional.

Pakar transportasi Institut Transportasi & Logistik (ITL) Trisakti, Suripno, berpendapat keberadaan truk ODOL merupakan indikasi bahwa sistem transportasi dan logistik nasional tengah menghadapi persoalan serius.

"ODOL itu bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, itu indikator sistem yang sedang kritis," kata Suripno dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).

Oleh karenanya Suripno menilai sembilan rencana aksi pemberantasan ODOL yang sedang disiapkan pemerintah belum cukup. Sebab langkah-langkah ini hanya berfokus pada penindakan di lapangan.

Menurutnya pemerintah perlu membenahi akar persoalan agar kebijakan Zero ODOL tidak sekadar menangani gejala, tetapi juga menyelesaikan penyebab utama munculnya pelanggaran.

"Sembilan rencana aksi itu adalah hilir. Kalau cuma itu, itu gagal. Sampai kapan pun gagal, kenapa? Karena yang ditangani itu gejalanya, bukan penyakitnya," tegasnya.