NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyalahkan imigrasi sebagai pemicu unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di Prancis beberapa waktu setempat. Trump memperingatkan bahwa Paris, ibu kota Prancis, akan menjadi "kota Muslim", jika Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak menutup perbatasan.

"Apa yang terjadi di Prancis ada kaitannya dengan imigrasi, bukan soal sekolah atau hal lainnya," ujar Trump saat berbicara kepada wartawan di Washington DC, seperti dilansir AFP, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan Trump ini mengulangi apa yang dia sampaikan sehari sebelumnya.

"Ini masalah imigrasi, dan saya telah memberitahu Presiden Emmanuel Macron, tutup perbatasan Anda," kata Presiden AS tersebut dalam pernyataan pada Senin (19/10) waktu setempat.