NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela AS digelar pada November mendatang. Trump menyebut bahwa AS saat ini sedang melakukan "diskusi produktif" dengan Iran.

"Kami sedang melakukan diskusi produktif dengan Republik Islam Iran," kata Trump dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social miliknya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (9/10/2026).

"Saya ingin memperjelas kepada semua pihak bahwa, meskipun kondisi Iran sangat buruk, baik secara ekonomi maupun militer, dan meskipun blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya... kita tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilu sela yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada 3 November," tegasnya.

"IRAN TIDAK AKAN MEMILIKI SENJATA NUKLIR," imbuh Trump dalam pernyataannya.

Trump juga mengklaim bahwa pasokan minyak terus mengalir melalui Selat Hormuz, yang secara efektif diblokade Iran selama perang.

Presiden AS itu tidak menjelaskan lebih lanjut soal "diskusi produktif" dengan Iran.

Pernyataan Trump itu disampaikan saat harga minyak melonjak pada Kamis (8/10), yang dipicu oleh laporan-laporan media mengenai potensi serangan baru AS terhadap Iran sebelum pemilu sela.

Majalah The Atlantic melaporkan pada Rabu (7/10) bahwa Gedung Putih telah meminta Pentagon untuk menyusun opsi serangan terhadap target-target Iran, yang dapat digunakan sebelum pemilu sela AS. Sedangkan New York Times (NYT) merilis laporan serupa pada Kamis (8/10) yang menyebutkan bahwa rencana serangan sedang disusun, meskipun terhadap sikap ambivalen dari Trump.

Perang yang berkecamuk di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu, belum juga berakhir setelah berkecamuk selama nyaris delapan bulan terakhir. AS dan Iran berselisih sengit mengenai kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global.

Beberapa pekan terakhir, Washington dan Teheran saling bertukar usulan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Trump menolak tawaran terbaru dari Iran, dan menyebut syarat-syarat yang diajukan Teheran tidak bisa diterima oleh Washington.