Majalah The Atlantic melaporkan pada Rabu (7/10) bahwa Gedung Putih telah meminta Pentagon untuk menyusun opsi serangan terhadap target-target Iran, yang dapat digunakan sebelum pemilu sela AS. Sedangkan New York Times (NYT) merilis laporan serupa pada Kamis (8/10) yang menyebutkan bahwa rencana serangan sedang disusun, meskipun terhadap sikap ambivalen dari Trump.

Perang yang berkecamuk di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu, belum juga berakhir setelah berkecamuk selama nyaris delapan bulan terakhir. AS dan Iran berselisih sengit mengenai kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global.

Beberapa pekan terakhir, Washington dan Teheran saling bertukar usulan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Trump menolak tawaran terbaru dari Iran, dan menyebut syarat-syarat yang diajukan Teheran tidak bisa diterima oleh Washington.