"Saya rasa sudah sewajarnya jika Presiden tidak terlalu yakin kali ini, mengingat kita baru saja mencobanya beberapa bulan yang lalu, namun pada akhirnya, tentu saja, presiden harus mencapai semacam kesepakatan pada akhirnya. Akan tetapi, dia akan tetap membuka semua opsi untuk mencapai hal tersebut," sambung Waltz.
Media pemerintah Iran melaporkan tidak ada rencana pembicaraan terbaru dengan AS. Laporan itu merupakan tanggapan atas pernyataan terbaru Trump yang memperkirakan akan ada negosiasi lebih lanjut dengan Teheran.
"Delegasi Iran di New York (untuk Sidang Majelis Umum PBB) tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat," sebut kantor berita resmi IRNA, yang mengutip sumber anonim yang dekat dengan delegasi Iran, seperti dilansir AFP.
Iran menyatakan telah menyampaikan sikap tegas. Iran menyatakan tawaran ke AS telah disampaikan lewat Qatar.
"Pandangan dan posisi Iran telah disampaikan secara jelas dan secara tegas kepada pihak AS, melalui mediator Qatar," sebut IRNA dalam laporannya, sembari menambahkan bahwa delegasi Iran akan pulang ke Teheran pada Selasa (29/9) besok.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengatakan negaranya tidak lagi mempercayai negosiasi dengan AS setelah putaran pembicaraan sebelumnya diikuti oleh serangan dan sanksi. Kini, Teheran menantikan tanggapan atas usulan terbarunya untuk mengakhiri perang.
"Kami tidak memiliki kepercayaan terhadap pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dapat dicapai dengan mereka," ujar Pezeshkian seperti dilansir Al-Jazeera.