NADIKABAR.COM — Dalam pernyataan bersama pada Kamis (23/10) bersama perdana menteri Finlandia, Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy mengatakan bahwa kecepatan sistem Starlink belum dipulihkan untuk militernya.

"Kami sedang menangani hal tersebut," kata Zelenskiy, sambil menambahkan bahwa pihaknya berharap dapat membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio.

"Saya tidak ingin mengomentari hal itu. Anda tahu, apakah saya yang menelepon atau orang lain yang menelepon, itu tidak ada bedanya," kata Presiden Donald Trump kepada wartawan di Washington pada hari Kamis. Ia menambahkan, yang terpenting adalah Musk telah mencabut pembatasan kecepatan Starlink, layanan internet satelit yang dioperasikan oleh perusahaannya, SpaceX.

Namun, laporan dari Ukraina pada hari Kamis menunjukkan bahwa layanan tersebut masih mengalami pembatasan. Kiev belum secara resmi mengonfirmasi bahwa pembatasan tersebut telah dicabut.

Sebelumnya Gedung Putih dan Musk telah membantah secara sengaja membatasi layanan tersebut, meskipun ada laporan mengenai masalah Starlink di Ukraina selama lebih dari seminggu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan gangguan tersebut menghambat drone Ukraina baik dalam mempertahankan diri dari drone bertenaga jet Rusia maupun dalam melancarkan serangan mereka sendiri.

Zelenskyy kini kian terbuka untuk mengkritik pemerintahan Trump, melihat pergeseran arah simpati AS terhadap Moskow.

Pada Kamis (22/10), Rusia kembali menggempur ibu kota Ukraina Kyiv dengan rudal balistik, sementara Ukraina balik mengirimkan ratusan drone ke arah ibu koa Moskow. Kedua negara dikabarkan meningkatkan eskalasi serangan usai kunjungan utusan khusus AS Steve Wittkoff ke kedua negara baru-baru ini.

Ukraina menuding Rusia telah menembakkan 21 rudal balistik dalam tiga gelombang. Tiga diantara rudal balistik tersebut, menurut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, membawa munisi tandan atau cluster bom kecil yang dapat tersebar di area luas dan membahayakan warga sipil. Penggunaannya Munisi Tandan telah dilarang lewat Konvensi Cluster Munition yang disepakati 100 negara pada Agustus 2010. Kementerian Pertahanan Rusia tidak menanggapi tudingan tersebut.

Rusia di lain pihak menuding Ukraina telah meluncurkan 630 pesawat nirawak menyasar Moskow hingga Kamis (22/10) dini hari.

Zelenskyy mengatakan dua orang tewas dan 34 lainnya terluka, termasuk lima anak-anak, dalam serangan di wilayah Ukraina. Pemerintah setempat mengatakan serangan Rusia terhadap sebuah pasar di Lozova, dekat kota Kharkiv di bagian timur laut, menewaskan dua orang dan melukai 36 orang. Satu orang tewas di wilayah tenggara Dnipropetrovsk.