Berdasarkan hasil pemilu sela 3 November, Partai Demokrat dipastikan menguasai setidaknya 54 kursi Senat AS, sedangkan Partai Republik hanya memegang 44 kursi. Di DPR, jumlah kursi yang dikuasai Partai Demokrat melonjak hingga lebih dari 250 kursi, dari total 435 kursi -- perolehan terbesar selama dua dekade terakhir.
Trump Salahkan Kemenangan Demokrat Picu Anjloknya Bursa Saham AS
Trump yang merasa kesal dengan kekalahan partainya, bahkan mengaitkan anjloknya bursa saham AS pada Kamis (5/11) dengan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela.
"Pasar saham anjlok hari ini karena Dumocrat menang besar pada Selasa (3/11) -- Sungguh menyedihkan, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri!" kata Trump, menggunakan sebutan menghina untuk Partai Demokrat, dalam postingan akun Truth Social miliknya, setelah penutupan bursa saham AS pada hari itu.
Para analis menilai aksi jual saham pada Kamis (5/11) dipicu oleh kekhawatiran bahwa Partai Demokrat akan menghambat lonjakan investasi di pusat data kecerdasan buatan (AI). Indeks Nasdaq, yang berfokus pada sektor teknologi, mencatatkan penurunan persentasi harian terburuknya sejak April 2025.
Pusat data atau data center memang ditentang luas oleh para pemilih AS, terlepas dari afiliasi politik mereka. Banyak kandidat yang menang dalam pemilu sela AS telah berjanji untuk mengerem proyek-proyek semacam itu.
"Pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah akibat hasil pemilu. Sungguh menyedihkan untuk disaksikan!" kecam Trump dalam postingan Truth Social lainnya.