Namun Trump dan pemerintahannya telah sejak lama menyalahkan migrasi atas berbagai masalah sosial di Eropa. Mereka menyerukan Eropa untuk menutup perbatasannya dan memperingatkan tentang apa yang mereka sebut sebagai kemunduran peradaban -- sejalan dengan partai-partai sayap kanan.
Sejumlah tokoh terkemuka dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) yang mendukung Trump, memanfaatkan unjuk rasa di Prancis untuk mempertegas argumen mereka mengenai isu migrasi menjelang pemilu sela AS bulan depan.
Para komentator pendukung MAGA berulang kali mengunggah video mengenai kerusuhan di Prancis, beberapa hari sebelum Trump memberikan komentarnya. Salah satu sekutu Trump, Glenn Beck, menyatakan bahwa: "Kerusuhan di Prancis merupakan peringatan nyata bagi dunia Barat lainnya."
"Hal ini akan terjadi di Amerika jika Partai Demokrat kembali berkuasa," klaim komentator sayap kanan, Dave Robin, sembari menyertakan rekaman video di sebuah stasiun kereta api di Prancis.
Macron Gelar Rapat Darurat Buntut Demo Pelajar Ricuh
Unjuk rasa memprotes kondisi sekolah menengah yang memprihatinkan di Prancis berujung pada kekerasan sporadis pada Selasa (6/10), yang mendorong Presiden Emmanuel Macron menggelar rapat darurat.
Di Paris dan kota-kota lainnya, para orang tua murid, guru, dan para anggota serikat kerja bergabung dengan gerakan pelajar sekolah menengah. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sebanyak 256.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa secara nasional.