Trump kembali mengklaim bahwa AS menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi pasokan energi global.

“Kami mengendalikan Selat Hormuz. Saat ini kami mengambil lebih banyak minyak dibandingkan kapan pun dalam sejarah Selat Hormuz,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah pasukan AS melancarkan serangan di dekat Pulau Qeshm, Iran, sebagaimana dilaporkan pada Jumat, Trump awalnya menolak untuk membicarakannya, tetapi mengakui adanya operasi militer terbatas.

“Saya tidak ingin membicarakannya. Kami melakukan serangan-serangan kecil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pasukan Iran telah membangun instalasi anti pesawat yang kemudian dihancurkan AS dalam hitungan menit.