Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Trump mengonfirmasi serangan AS terhadap fasilitas pertahanan udara Iran di Pulau Qeshm. Ia menggambarkan operasi tersebut sebagai serangan kecil, bukan sebagai dimulainya kembali perang berskala penuh.

Iran telah menolak klaim AS mengenai penguasaan Selat Hormuz. Teheran menegaskan tetap memegang kendali strategis atas jalur perairan tersebut dan tidak akan membukanya kembali sebelum tuntutannya dipenuhi.

AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata tercapai pada April dan diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Juni yang bertujuan mengamankan kesepakatan perdamaian. Namun, perundingan kedua pihak belum menghasilkan penyelesaian akhir.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan