NADIKABAR.COM — Presiden Donald Trump memprediksi Amerika Serikat (AS) dan Kuba akan mencapai kesepakatan. Ia pun tidak berpikir tindakan militer akan diperlukan untuk mencapai kesepakatan itu.
"Saya akan mengatakan bahwa Kuba dan kami akan membuat kesepakatan. Saya tidak berpikir kami akan membutuhkan militer," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9/2026).
Pemerintahan Trump secara terbuka menyatakan bahwa tujuannya adalah mengubah pemerintahan Kuba. Blokade minyak yang diberlakukan AS sejak awal tahun ini telah memberikan tekanan berat terhadap negara tersebut, yang tengah menghadapi kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang diperparah oleh infrastruktur yang mengalami kerusakan.
"Kami ingin membantu Kuba," kata Trump sebelum berangkat ke Tennessee. "Kami ingin membuka Kuba bagi rakyat kami."