NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemilu sela pada 3 November, di mana Partai Republik berpotensi kehilangan kendali atas Kongres AS, sebagai yang "paling penting" sepanjang hidupnya.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam kampanye terakhir menjelang pemilu sela, yang digelarnya di Washington DC pada Senin (2/11) waktu setempat. Kampanye itu digelar bersamaan dengan pembukaan kembali Lincoln Memorial Reflecting Pool yang renovasinya sempat menuai masalah.
Berbagai prediksi menunjukkan potensi kemenangan besar bagi Partai Demokrat dalam pemilu sela AS, yang dapat mengubah dinamika dua tahun terakhir masa jabatan Trump.
Jajak pendapat memproyeksikan Partai Demokrat berpeluang besar untuk merebut kendali atas House of Representatives (DPR AS) dan memiliki kans untuk meraih lebih banyak kursi dalam Senat AS. Selama dua tahun awal periode kedua Trump, Partai Republik menguasai keduanya.
Jika terealisasi, Partai Demokrat akan memiliki kekuatan untuk menghambat agenda legislatif Trump, menggagalkan penunjukan hakim yang dia usulkan, hingga meluncurkan penyelidikan menyeluruh terhadap pemerintahan Trump.
Namun, di tengah pertaruhan begitu besar, seperti dilansir AFP, Selasa (3/11/2026), Trump justru menghabiskan sebagian besar pidatonya untuk membahas upayanya mempercantik berbagai situs bersejarah di Washington DC, bukannya mengulas inflasi, perang Iran, dan isu lain yang memicu ketidakpuasan pemilih AS.
"Ini adalah hari terakhir sebelum pemilu sela, pemilu sela yang menurut saya paling penting sepanjang hidup kita," kata Trump, setelah berbicara selama 26 menit dalam pidato yang cenderung melantur dan lebih banyak berfokus pada proyek-proyek renovasi kebanggaannya.
"Proyek ini seharusnya menjadi proyek yang menyatukan seluruh rakyat Amerika," ucapnya, merujuk pada Lincoln Memorial Reflecting Pool.
Kolam yang terbentang di antara Lincoln Memorial dan Washington Monument itu mengalami renovasi yang memakan biaya sekitar US$ 15 juta, yang sempat diwarnai berbagai kendala dan masalah, seperti cat mengelupas hingga munculnya alga yang memerlukan perbaikan berulang kali.
Trump mengatakan dirinya memilih lokasi tersebut sebagai lokasi kampanye terakhirnya "hanya untuk menunjukkan betapa indahnya tempat itu".
Pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyebut pidato Trump itu sebagai "pesan penutup yang menyedihkan". Dia menuduh Trump mengabaikan isu perang, dugaan korupsi, dan peningkatan biaya hidup.
Meskipun bersikeras menyatakan Partai Republik akan meraih kemenangan, Trump mempertimbangkan kemungkinan harus memerintah dengan Kongres yang didominasi pihak yang berlawanan dengannya.
"Jika kita tidak menang, saya akan memveto semuanya," ujar Presiden AS itu, dalam sebuah wawancara dengan podcast "Pod Force" New York Post, yang dirilis pada Senin (2/11) waktu setempat.