NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan melarang penggunaan istilah "kecerdasan artifisial" (AI) dalam waktu dekat usai ia menyatakan lebih memilih istilah "kecerdasan super" (super intelligence) beberapa waktu lalu.

"Dalam waktu dekat, kami akan secara resmi melarang istilah 'AI/kecerdasan artifisial' di semua dokumen terkait dan di semua tempat lain, karena istilah itu tidak akurat," kata Trump di platform Truth Social, Selasa (27/10).

Namun demikian, Trump tidak membeberkan lebih lanjut bagaimana pelarangan tersebut dilakukan dan apa saja sanksi bagi pelanggarnya.

Di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 September lalu, Trump mengumumkan AS akan mulai menggunakan istilah "kecerdasan super" dibanding "kecerdasan artifisial".

Trump menilai istilah "kecerdasan artifisial" menciptakan kesan keliru, bahwa teknologi tersebut tak nyata dan rekaan semata.

Dia juga mengatakan pemerintahannya akan melabeli siapa pun yang enggan menggunakan istilah "kecerdasan super" dan tetap memilih "kecerdasan artifisial" sebagai musuh.

Merespons Trump yang bersikukuh menggunakan istilah "kecerdasan super", Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov pernah mengungkapkan kekhawatiran atas langkah tersebut.

"Langkah tersebut selaras dengan strategi AS untuk memperkuat dominasi teknologinya atau 'memenangkan perlombaan AI'," ujar Alimov.

Penerjemah: Nabil Ihsan