NADIKABAR.COM — Kesepakatan diesel antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia menuai kritik di Washington. Utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengatakan kepada pejabat Ukraina bahwa ekspor diesel Rusia ke pasar AS dapat membantu membuka kembali perundingan untuk mengakhiri perang.
Namun, dalam pertemuan di Miami pada Jumat (9/10), keduanya juga menyampaikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin belum bersedia merundingkan akhir perang, menurut tiga sumber yang mengetahui pertemuan tersebut kepada Reuters.
Berdasarkan kesepakatan itu, Rusia akan memasok lebih dari 2,25 juta barel diesel ke pasar AS dan global. Trump membela kesepakatan tersebut pada Senin (12/10) dengan menyebutnya sebagai "pilihan yang tepat bagi rakyat Amerika".
Namun, sejumlah anggota parlemen AS menilai kesepakatan itu berpotensi memberikan pemasukan kepada Moskow untuk melanjutkan perang tanpa mengharuskan Putin membuat konsesi.
Orang ketiga yang mengetahui pertemuan di Miami mengatakan kesepakatan diesel dapat membantu "melunakkan" posisi Moskow karena menunjukkan bahwa Trump terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Rusia.
Kushner kembali meminta Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Menurut sumber Reuters, Washington berharap langkah tersebut mendorong Moskow mengambil tindakan serupa untuk menghidupkan kembali perundingan.