NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa dukungannya telah mendorong perolehan suara yang melampaui ekspektasi bagi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilu legislatif pada Selasa (27/10) waktu setempat.
Klaim ini disampaikan Trump saat penghitungan sementara yang dirilis Komite Pemilu Pusat Israel menunjukkan keunggulan sementara koalisi sayap kanan Netnayahu atas kubu oposisi yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot.
Proses penghitungan suara masih berlangsung, dengan sejauh ini belum ada kubu politik utama yang berhasil meraih ambang batas 61 kursi untuk memegang mayoritas parlemen Israel atau Knesset, yang memiliki total 120 kursi.
Hasil sementara itu melampaui jajak pendapat dan exit poll awal yang memproyeksikan koalisi Netanyahu kalah tipis dari kubu oposisi.
Trump, seperti dilansir Ynetnews dan The Times of Israel, Rabu (28/10/2026), menyebut dukungan darinya telah membantu mengubah situasi bagi Netanyahu, yang tadinya tampak seperti kekalahan menjadi persaingan ketat, bahkan berpotensi menjadi kemenangan.
"Saya dengar hasilnya sangat bagus. Persaingannya cukup ketat, sangat baik," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan pulang dari kampanye pemilu sela di Texas.
"Menurut saya, saat dukungan itu diberikan, hal tersebut sangat membantunya," ucap Presiden AS itu, merujuk pada Netanyahu.
"Namun, saya dengar performanya cukup baik. Dia mungkin menang atau meraih hasil imbang. Tetapi saya dengar, dia tampil cukup baik," imbuh Trump.
Trump mengakui hasil tersebut belum final, tetapi dia mengisyaratkan bahwa Netanyahu telah melampaui ekspektasi secara signifikan.
"Masih terlalu dini. Namun, saya mendengar di Israel, maksud saya, orang-orang penting mengatakan, 'Wah, hasilnya jauh lebih baik dari dugaan'. Mungkin hasilnya imbang, atau bahkan menang. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi," tandasnya.
Klaim serupa disampaikan Trump via postingan Truth Social, yang mengklaim dukungan Presiden AS itu mampu membalikkan peruntungan elektoral Netanyahu.
"Ketika Presiden Trump mendukung Bibi Netanyahu, arah situasi pun berubah total, dan sekarang, alih-alih mengalami kekalahan telak, sang Perdana Menteri yang hebat itu justru tampak berhasil bangkit hingga mencapai posisi imbang, atau bahkan meraih KEMENANGAN bagi Netanyahu," tulis Trump dalam postingannya.
"Semua ini terjadi SETELAH adanya dukungan dari Presiden Trump, yang hanya menginginkan yang terbaik bagi Timur Tengah, Israel, dan Amerika Serikat!" imbuh postingan tersebut.
Postingan itu diunggah Trump dalam bentuk kutipan dari "Irving C. Schwartz", sehingga tidak jelas apakah Presiden AS itu mengutip seorang analis yang dia dengar di saluran berita televisi, atau dia berbicara soal dirinya menggunakan sudur pandang orang ketiga.
Hasil Sementara Pemilu Israel: Koalisi Netanyahu Ungguli Oposisi
Komite Pemilu Pusat Israel merilis hasil penghitungan sementara per Rabu (28/10) pagi, pukul 06.02 waktu setempat, dengan sebanyak 41,9 persen suara telah dihitung. Partai Likud yang menaungi Netanyahu ada di posisi pertama dengan 28 kursi parlemen, disusul oleh Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot dengan 21 kursi.
Menurut hasil sementara itu, perolehan total koalisi sayap kanan Netanyahu mencapai total 57 kursi parlemen, sedangkan koalisi oposisi mencapai 47 kursi. Sisanya, sebanyak 16 kursi, diperoleh oleh partai-partai Arab.
Meskipun koalisi Netanyahu mengungguli kubu koalisi, perolehan kursi mereka masih kurang empat kursi dari ambang batas setidaknya 61 kursi untuk bisa mencapai mayoritas parlemen dan membentuk pemerintahan baru.
Hasil tersebut masih bersifat sementara dan masih dapat berubah seiring penghitungan suara yang masih terus berlangsung.
Kendati demikian, hasil semacam itu memungkinkan adanya negosiasi koalisi yang alot, mengingat baik Netanyahu maupun Eisenkot tidak memiliki jalan yang mudah untuk membentuk pemerintahan.