NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa perang di Iran tetap sepadan secara politik dan ekonomi meski Partai Republik kalah dalam pemilihan paruh waktu pekan ini.

Saat ditanya di Gedung Putih pada Rabu mengenai status berperang dengan Iran adalah langkah yang benar, Trump berkata dia tak punya pilihan lain.

"Soal Iran, kami memang harus melakukannya dan akan terus melanjutkannya," kata Trump.

Trump menegaskan dia sepakat dengan pendapat Wakil Presiden JD Vance bahwa perang di Iran menjadi salah satu faktor pemicu kekalahan Partai Republik dalam pemilu.

Dia mengakui konflik tersebut mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar.

"Saya pikir hal itu benar karena perang membuat harga bahan bakar naik," ucap Trump.

Presiden AS itu bersikukuh keputusan melancarkan perang dan melanjutkan serangan militer ke Iran adalah langkah tepat agar Teheran tidak memiliki senjata nuklir.

"Jika saya harus mengulanginya, saya akan tetap lakukan lagi karena itu adalah satu-satunya jawaban jangka panjang. Kita tak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata dia.

Sebelumnya pada Rabu, JD Vance menyebut perang dengan Iran sebagai alasan kekalahan Partai Republik dalam pemilu.

Dia berkata kemarahan pemilih atas perang tersebut mendorong mantan pendukung Donald Trump berbondong-bondong memilih Partai Demokrat saat ini.

"Alasan kita kalah adalah karena perang," kata Vance di media sosial X.

Merespons pandangan wapresnya itu, Trump menyebut pernyataan Vance "cukup baik".

"Yang bisa saya katakan, sejauh soal perang tersebut, saya tidak akan mengambil langkah berbeda," ucap Trump.

Dia lantas berkata bahwa Partai Republik "akan menang" jika dirinya hadir di surat suara.

"Tetapi, dukungan yang begitu besar, yang sangat luar biasa, dalam berbagai kampanye, amat mengesankan, tetapi kita tidak berhasil memancarkan itu kepada para kandidat," katanya.

Kemudian kepada CNBC, Trump memastikan dirinya dapat bekerja sama dengan Partai Demokrat di "lebih banyak bidang dari yang diperkirakan masyarakat" dalam masa sidang Kongres AS mendatang.

Penerjemah: Nabil Ihsan