"Kini, pilihan ada di tangan Amerika Serikat. Iran tidak menerima paksaan, ancaman, atau intimidasi, dan Iran tidak akan menyerahkan hak-hak kedaulatannya di bawah tekanan," tegas Menlu Iran tersebut.
Trump Disebut Pertimbangkan Serangan Baru terhadap Iran
Namun, beberapa jam setelah pernyataan Araghchi disampaikan, media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Trump telah menolak usulan terbaru Iran tersebut. WSJ mengutip sejumlah pejabat AS, yang tidak disebut namanya, dalam laporannya pada Jumat (25/9).
Laporan WSJ itu menyebutkan bahwa Trump merasa skeptis jika Teheran akan memenuhi tuntutan yang diajukan AS.
Trump, menurut laporan WSJ, mengatakan kepada para stafnya bahwa dirinya berencana melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada November mendatang selesai digelar.