Presiden AS itu belum secara resmi menyampaikan pernyataan menanggapi tawaran baru Iran. Namun dia mengunggah gambar via akun media sosial Truth Social miliknya, yang menampilkan peta Selat Hormuz yang dilingkari dan diberi label "Selat Trump".
Apa Saja Syarat Iran yang Ditolak Trump?
Laporan media terkemuka AS lainnya, New York Times (NYT), sebelumnya menyebutkan bahwa tawaran terbaru Teheran itu menyerukan penghentian segala permusuhan di Timur Tengah -- semacam gencatan senjata -- selama tujuh hari, termasuk di Lebanon -- di mana kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, bertempur melawan Israel. Tawaran tersebut juga menuntut pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 12 miliar (setara Rp 214,9 triliun), juga pencabutan sanksi terhadap minyak Iran dan diakhirinya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada hari ketujuh gencatan senjata berlangsung, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz.
Sejumlah pejabat AS, sebut WSJ dalam laporannya, mengatakan kepada Iran dan mediator bahwa tidak ada rencana untuk mencabut blokade laut. Para pejabat Washington itu beralasan bahwa tekanan ekonomi berkelanjutan pada akhirnya akan memaksa Iran menyetujui kesepakatan sesuai syarat yang diajukan AS.
Disebutkan juga dalam laporan WSJ bahwa Trump terindikasi silih berganti menggunakan pendekatan diplomatik, tindakan militer, dan tekanan sanksi selama tujuh bulan perang berkecamuk, serta secara internal meragukan kesediaan Teheran untuk membongkar program nuklirnya.