NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding ada kecurangan dalam pemilihan presiden Brasil setelah kandidat dari sayap kanan Flavio Bolsonaro kalah dalam pemilu putaran kedua tersebut.
"Mereka (Partai Demokrat AS) adalah para pelaku kecurangan pemilu terbesar, walaupun Brasil juga melakukan pekerjaan cukup baik, bukan? Apakah Anda melihat yang itu? Itu tidak bagus," kata Trump dalam sebuah kampanye di Texas.
Putaran kedua pilpres Brasil berlangsung pada Minggu (25/10), dengan petahana presiden Luiz Inacio Lula da Silva keluar sebagai pemenang.
Awalnya, Flavio Bolsonaro menyatakan tidak akan mengakui hasil pemilu dan akan menggugat hasil pilpres itu.
Namun, menurut laporan Folha de S.Paulo, Bolsonaro mencabut tuntutannya setelah didesak oleh para pendukung dan pengacara mengenai kelemahan hukum dari permintaan tersebut serta risiko institusional terkait.
Senin (26/10), pengadilan Brasil memerintahkan Bolsonaro untuk menyerahkan paspornya sebagai bagian dari penyelidikan kasus pencucian uang, menurut laporan portal berita G1.
Bolsonaro membantah tuduhan tersebut dan menyebut laporan itu sebagai "berita palsu".
Selasa (27/10), Bolsonaro dilaporkan telah meninggalkan Brasil, sementara Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat akan mengeluarkan visa untuk Flavio Bolsonaro dan keluarganya.
Penerjemah: Fransiska Ninditya