NADIKABAR.COM — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mengoperasikan alat bongkar muat peti kemas kosong bertenaga listrik untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di tengah lonjakan arus peti kemas sekaligus mendorong efisiensi energi dan mengurangi emisi di sektor kepelabuhanan.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong Syaiful Anam mengatakan penggunaan Empty Container Handler (EH) Elektrik merupakan bagian dari penerapan konsep Green and Smart Port untuk menghadirkan operasional terminal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Kami terus mendorong pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan," katanya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Syaiful mengatakan elektrifikasi alat angkat dan angkut peti kemas akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen TTL dalam memperkuat penerapan konsep Green Port dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan.
Alat tersebut sudah mulai beroperasi di Terminal Peti kemas (TPK) Teluk Lamong pada 28 Oktober 2026 untuk mendukung kegiatan bongkar muat dan penanganan peti kemas kosong (empty).