Peralatan ini menggunakan baterai berkapasitas 350 kWh dan motor listrik berkekuatan 135 kW yang memungkinkan operasional hingga 12 jam dalam satu kali pengisian daya.

Selain meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas, penggunaan tenaga listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dalam kegiatan operasional terminal.

Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi dan pengurangan emisi, termasuk melalui pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik yang lebih berkelanjutan.

Melalui elektrifikasi peralatan secara bertahap, TTL berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kapasitas pelayanan logistik, efisiensi operasional dan perlindungan lingkungan di kawasan pelabuhan.