NADIKABAR.COM — Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS). Tanpa disangka, Presiden AS Donald Trump pun mengucapkan selamat kepada partai rival ini.

Adapun pemilu ini digelar Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Sejumlah kursi DPR dan Senat yang dikuasai Partai Republik berhasil direbut secara mengejutkan oleh Partai Demokrat.

Kemenangan Partai Demokrat ini menyingkirkan Partai Republik, yang menaungi Presiden Donald Trump, dari dominasi atas Kongres yang mereka kuasai selama dua tahun terakhir.

Dengan berhasil merebut Kongres AS dari Partai Republik, maka kendali penuh atas DPR dan Senat ada di tangan Partai Demokrat, yang akan memberikan mereka wewenang untuk menghalangi agenda Trump dan menyelidiki dugaan korupsi selama dua tahun terakhir masa jabatannya.

Kemenangan telak ini, seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2026), bisa dipastikan setelah proyeksi sejumlah media terkemuka AS, termasuk NadiKabar dan CNBC, menunjukkan dominasi besar Partai Demokrat atas Partai Republik baik dalam perolehan kursi DPR maupun Senat.

Hasil proyeksi NadiKabar untuk perolehan kursi DPR menunjukkan 224 kursi diamankan oleh Partai Demokrat, sedangkan 127 kursi lainnya diamankan Partai Republik. Dengan total 435 kursi DPR diperebutkan dalam pemilu sela ini, maka dibutuhkan sedikitnya 218 kursi untuk memegang kendali mayoritas.

Secara terpisah, hasil proyeksi CNBC menunjukkan Partai Demokrat mengamankan 220 kursi DPR, sedangkan Partai Republik mengamankan 126 kursi DPR.

Untuk perolehan kursi Senat, menurut hasil proyeksi NadiKabar, sebanyak 53 kursi Senat diamankan oleh Partai Demokrat dan 41 kursi lainnya diamankan Partai Republik. Hasil proyeksi CNBC menunjukkan hasil yang sama persis.

Setidaknya ada tujuh kursi Senat yang sebelumnya dipegang Partai Republik yang berhasil direbut oleh Partai Demokrat, tepatnya di negara bagian North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine.

Hasil pemilu sela tersebut mencerminkan kemarahan mendalam terkait meningkatnya biaya hidup, tarif, dan kebijakan Trump terhadap Iran, yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan menambah ketidakpuasan publik terhadap seorang presiden yang memang sudah sangat tidak populer di AS.

Terobosan krusial diciptakan Partai Demokrat dalam pemilu sela ini, khususnya untuk pemilihan Senat. Setidaknya ada tujuh negara bagian AS yang tadinya dikuasai Senator Partai Republik yang jatuh ke tangan Partai Demokrat dalam pemilu, yang diwarnai "blue wave" yang luar biasa -- gelombang Partai Demokrat yang diwakili warna biru.

Ketujuh negara bagian itu terdiri atas North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine.

Di North Carolina, kandidat Partai Demokrat, Roy Cooper, yang juga mantan Gubernur, mencatatkan salah satu hasil paling krusial dalam pemilu sela AS dengan mengalahkan kandidat Partai Republik, Michael Whatley, yang juga mantan Ketua Komite Nasional Partai Republik yang dipilih langsung oleh Trump.