"Penyebabnya belum diketahui, anggota masih di lapangan (melakukan penyelidikan)," ujar Amir.

Salah satu karyawan PT IWIP berinisial LI mengatakan di area tersebut awalnya warga bebas keluar-masuk untuk membeli ban bekas. Kini lokasi tersebut dijaga ketat oleh personel TNI dan sekuriti.

"Dulu torang (kami) sering buang ban di situ, orang di kampung sering datang bayar, satu ban Rp 100 ribu. Sekarang tentara dan sekuriti so jaga, makanya (warga) so tara (sudah tidak) bebas masuk," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi.