Infrastruktur, rute, dan destinasi wisata perlu dikaji ulang dan dirancang kembali dengan perlindungan yang lebih baik terhadap banjir, tanah longsor, dan peristiwa ekstrem lainnya, kata Lama.

"Wisatawan mancanegara kini semakin sadar akan isu perubahan iklim dan faktor keselamatan," tambahnya.

Untuk bangkit kembali dari bencana ini, Nepal diperkirakan membutuhkan biaya tim redaksi US$ 4-5 miliar (Rp 88 triliun), jumlah yang setara dengan hampir sepersepuluh dari total perekonomian negara tersebut.

Industri pariwisata merupakan pilar utama perekonomian Nepal serta sumber devisa dan pendapatan yang sangat penting. Negara dengan populasi hampir 30 juta jiwa ini dikenal luas di dunia sebagai pusat kegiatan trekking, pendakian gunung, sekaligus destinasi global utama untuk wisata spiritual.