"Pertahanan negara membutuhkan dukungan kapasitas nasional yang luas, bukan hanya di bidang kemiliteran, di bidang keamanan, tapi juga di bidang kesehatan, teknologi, cyber, pangan, energi, informasi, ekonomi," ungkapnya.

Sejalan dengan hal ini, Tito menjelaskan pembinaan melalui Latsarmil perlu diarahkan untuk memperkuat profesionalitas dan kapasitas ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pembinaan itu mencakup aspek fisik dan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, serta keterampilan dasar kemiliteran.

Dalam amanatnya, Tito menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik dengan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengalamannya mengikuti sebuah konferensi di Amerika Serikat yang membahas faktor penyebab kematian polisi, ia menyebutkan sebagian besar polisi di Amerika Serikat meninggal bukan karena ditembak penjahat, melainkan akibat penyakit jantung dan stroke.

"Penyebabnya ada tiga, yang pertama adalah makanan yang kurang sehat, yang kedua adalah merokok, dan yang ketiga adalah lack of mobility, kurang bergerak, sehingga pembinaan fisik dilakukan, harusnya terus dilanjutkan," tambahnya.

Tito juga menekankan pentingnya pembentukan karakter aparatur yang disiplin, mampu bekerja di bawah tekanan, memahami pentingnya koordinasi, serta tetap bertindak berdasarkan hukum. Ia mengatakan nilai-nilai seperti disiplin, loyalitas, ketepatan waktu, dan kesiapsiagaan perlu menjadi bagian dari keseharian ASN.