Atas dasar itu, Tito pun meminta para peserta memandang latihan yang telah dijalani sebagai investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter bela negara sekaligus profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan. Namun, penguatan karakter dan kapasitas tersebut tetap harus berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas utama peserta sebagai ASN di instansi masing-masing.
"Komponen cadangan bukan pengganti komponen utama, komponen cadangan hanya dilaksanakan sebuah mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, Saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing," paparnya.
Di akhir amanatnya, Tito berpesan agar para peserta mempertahankan kesiapan dan kemampuan fisik yang telah dibangun selama pelatihan. Ia juga mendorong peserta untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga kedisiplinan dan ketepatan waktu, memegang teguh loyalitas kepada negara, serta menjadi penggerak di lingkungan kerja masing-masing.
"Akhirnya sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah mengikuti latihan dengan sukses dan tetap sehat. Banyak hal yang bisa diambil, dan juga atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membuat acara pelatihan berjalan lancar," pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta para peserta Latsarmil Komcad Gelombang II Tahun 2026.